Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama strategis di bidang olahraga melalui program Next Goal, sebuah inisiatif yang secara khusus menempatkan sepakbola perempuan sebagai pusat pengembangan.
Program ini melibatkan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Fédération Française de Football (FFF), dan PSSI. Tujuannya bukan sekadar pertukaran teknis, tetapi membangun ekosistem yang lebih adil: dari akar rumput, pelatihan pelatih, hingga penguatan struktur kepemimpinan di sepakbola perempuan Indonesia.
Lebih dari 500 peserta akan terlibat, termasuk ratusan pemain usia dini, pelatih, hingga perempuan yang bergerak di bidang manajemen olahraga. Fokusnya mencakup peningkatan kapasitas teknis, akses pelatihan elit, serta peluang pembelajaran langsung dari sistem sepakbola Prancis.
Di balik program ini, ada pesan yang lebih besar: kesetaraan gender dalam olahraga tidak bisa tumbuh tanpa sistem yang membuka ruang secara nyata. Next Goal hadir sebagai upaya mempersempit kesenjangan itu, dengan mendorong perempuan tidak hanya menjadi pemain di lapangan, tetapi juga pengambil keputusan di balik layar.
PSSI menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memastikan kemajuan sepakbola tidak hanya diukur dari prestasi tim nasional, tetapi juga dari sejauh mana kesempatan yang setara diberikan kepada perempuan untuk berkembang dan berprestasi.
“Kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia. Semoga akan lahir talenta-talenta baru yang mempercepat kemajuan sepak bola putri Indonesia yang berkelanjutan,” kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikutip dari pssi.org.
Sebagai bagian dari program, klinik pelatihan dan lokakarya manajemen olahraga akan digelar pada 11–12 April 2026 di Bandung dengan melibatkan instruktur dari akademi sepak bola Prancis serta sejumlah pemain nasional. Klinik Pelatihan dan Lokakarya Manajemen Olahraga akan dipimpin oleh instruktur berpengalaman dari Akademi Sepak Bola Prancis, termasuk Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, bersama pemain tamu dari Indonesia dan internasional, seperti pemain Timnas Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati dan bintang Persib Bandung, Layvin Kurzawa.
Selanjutnya, peserta terpilih akan mengikuti pelatihan di pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine, Prancis, pada 3-9 Mei 2026, termasuk kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris.
Program ini juga diarahkan untuk mendorong penandatanganan nota kesepahaman antara FFF dan Garuda Academy sebagai bagian dari peta jalan kerja sama olahraga kedua negara.





